Selamat datang Di Blog Indah Aritonang

Selasa, 30 November 2010

Penyembuh kesombongan.

Dasar Kitab Suci
 
    Maka kitab suci sangat sadar akan hal ini, kita lihat dalam Kisah Para Rasul dikatakan “dan Allah melalui Paulus melakukan tanda dan mukjizat” (lih. Kis. 14:3; Kis. 15:12). Pengarang dengan sadar menyatakan bahwa tanda-tanda dan mukjizat bukan karya Paulus melainkan karya Allah melalui Paulus. Dalam hal ini jika kita diumpamakan dengan kuas yang digunakan pelukis untuk melukis. Kalau lukisan itu jadinya bagus, bukan jasa kuasnya melainkan jasa pelukisnya. Kuas itu tidak bisa apa-apa tetapi pelukis yang memakai kuas itu yang melukis, dialah yang sebetulnya pelaksana.
 
    St. Agustinus mengatakan bahwa “Allah memberikan karunia-karunia kepada kita dan Dia juga yang memahkotai jasa-jasa kita atau memberikan jasa kepada kita dengan memberikan karunia-Nya kepada kita”. Kita bisa berbicara tentang jasa kita, tetapi kita hanya terbuka dan mau menerima itu karena dari diri sendiri kita tidak bisa berbuat apa-apa tetapi kita mau digerakkan itulah kita bisa berbicara tentang jasa-jasa kita. Karena itu kita tidak usah berbangga-bangga terhadap apa yang kita lakukan, seperti yang dikatakan dalam Buku Mengikuti Jejak Kristus karya Thomas A  Kempis memang sangat tepat, di mana Thomas mengatakan “Seorang petani yang rendah hati itu lebih berharga daripada seorang filsuf yang sombong”. Seorang filsuf yang sombong yang pada masa itu dapat menerangkan bagaimana terjadinya alam semesta, seorang penguasa segala ilmu pengetahuan maka sekarangpun kita dapat berkata bahwa seorang sederhana yang mempunyai iman lebih berharga daripada seorang ahli fisika/nuklir yang termasyhur yang tidak memiliki iman. Seorang apapun yang hebat tetapi tidak mengakui Allah tetapi orang sederhana jauh lebih berharga.

    Jika kita renungkan mungkin di dalam surga kelak, kita mendapat surprises bahwa orang yang tidak kita pandang sebelah mata, orang-orang sederhana mungkin mendapatkan kedudukan yang jauh di atas kita. Mungkin yang di dunia ini sangat dihormati, mungkin pasti hanya berada di belakang pintu saja ‘kalau masih diperkenankan masuk’, kadangkala kita silau oleh itu semua. Orang-orang sederhana tetapi yang sungguh beriman itu jauh lebih berharga. Seorang petani yang melayani Allah lebih baik daripada seorang filsuf yang mempelajari dan menyelidiki segala macam rahasia alam semesta tetapi melalaikan pengenalan diri sendiri.
 
    Thomas A Kempis mengatakan “Dia yang mengenal dirinya sendiri menyadari kekecilannya, kehinaannya dan tidak mencari dan tidak senang akan puji-pujian orang lain”. Orang-orang yang terpelajar senang dianggap terpelajar serta senang diberi gelar tetapi di hadapan Allah sama sekali tidak ada artinya. Karena itu Thomas A Kempis menyatakan “Seandainya engkau ingin belajar sesuatu yang berguna mencinta dan senang untuk tidak dikenal dan dipandang sebagai orang yang tidak berharga”. Maka kamu akan menemukan kerendahan hati dan tidak menyombongkan diri. Belajar untuk tidak dikenal dan tidak dianggap apa-apa. “Kalau engkau melihat orang lain yang melakukan kesalahan bahkan melakukan dosa yang berat. Engkau tidak usah menganggap dirimu lebih baik, engkau tidak tahu berapa lama engkau tidak akan jatuh dalam dosa yang sama atau berapa lama engkau akan bertekun dan bahkan seandainya Tuhan tidak memberikan rahmat khusus padamu, apakah engkau tidak akan jatuh?”

    Kalau kita melihat banyak umat, banyak awam atau banyak anak muda jatuh dalam pelbagai macam dosa yang mengerikan. “Kalau dipikir seandainya saya berada dalam situasi mereka apakah saya akan menjadi lebih baik atau mungkin lebih jahat dan kalau tidak diberikan rahmat, pastilah keadaan saya akan sangat mengerikan!” Maka jika kita dilindungi dari pelbagai macam dosa itu bukan jasamu tetapi semata-mata karena rahmat Allah. Kita semua lemah dan kita tidak tahu apakah kita bisa bertekun sampai akhir karena itu juga betapa pentingnya tiap hari berdoa mohon rahmat ketekunan. Apakah gunanya kita yang memiliki panggilan ini bahkan sampai pesta perakpun tetapi sesudahnya meninggalkan Allah. Itu semua terjadi karena ketidaksetiaan-ketidaksetiaan yang kecil-kecil yang kita abaikan kemudian menjadi besar.
 
    Kita perlu merenungkan hal ini, apabila kita merenungkan ini kita tidak akan menjadi sombong. Jangan malu untuk dipandang remeh, untuk dipandang kecil dan untuk dipandang tidak berharga. Karena itu kita lihat orang seringkali malu dan takut kalau nanti tidak dihargai dan sebagainya. Tetapi baiklah kita menyadari kebaikan Tuhan. “Allah meninggikan orang yang rendah hati dan merendahkan orang yang sombong. Jangan menganggap dirimu sendiri lebih baik daripada orang lain, sebab jangan-jangan engkau dianggap lebih jahat daripada orang lain dalam pandangan Allah. Sebab apa yang mulia dalam pandangan manusia seringkali merupakan kejijikan dalam pandangan Allah. Dan apa yang menyenangkan manusia seringkali tidak berkenan kepada Allah”.

    Maka damai yang sejati ialah akan tinggal pada orang yang rendah hati sedangkan dalam hati orang yang sombong sering ada iri hati, kekecewaan dan kemarahan. Orang yang rendah hati akan dilindungi dan dihibur oleh Allah dan Allah menyatakan misteri-Nya kepada orang-orang kecil, seperti yang dikatakan Yesus “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Mat. 11:25). Jadi renungan-renungan kitab suci ini menyadarkan kita. Kalau kita belajar supaya semakin menyadari ketergantungan kita dari Allah.
 
5. Pemurnian Pasif, Jalan Efektif untuk Menyembuhkan Kesombongan

    Teologia adalah ilmu tentang Allah, Teo berarti Allah dan Logos artinya adalah ilmu. Maka kalau kita mengenal Allah maka makin mengenal diri sendiri dan tidak menjadi sombong. Ini merupakan usaha-usaha yang dapat kita lakukan secara aktif. Merenungkan sekurang-kurangnya kalau kita merenungkan dengan sungguh-sungguh dan menyadari serta tiap-tiap kali diingatkan kembali sekurang-kurangnya kita tidak berani lagi menyombongkan diri. Namun supaya dapat mencapai kerendahan hati yang sejati yang merupakan lawan dari kesombongan kita perlu dimurnikan. Apa yang kita lakukan sendiri itu tidak cukup perlu pemurnian yang pasif melalui karunia Roh Kudus yang dicurahkan ke dalam diri kita.

    Dimana oleh karunia Roh Kudus itu kita boleh menyadari kerapuhan kita yang mendalam, menyadari kerapuhan yang begitu besar oleh terang Roh Kudus. Karena itu menurut St. Teresa Avila: “Pengenalan akan Allah yang sejati itu menghilangkan kesombongan dan membuat orang makin rendah hati”, ibarat sebuah kain yang kotor kalau diletakkan di antara kain-kain yang putih, makin kelihatan kotornya atau misalnya pada malam hari mandi di selokan atau di sungai karena tidak kelihatan karena gelap airnya dikira segar dan bersih tetapi kalau pagi atau siang hari kelihatan kotornya.
 
    Demikian juga orang akan menganggap dirinya itu hebat selama ia belum diterangi oleh cahaya Roh Kudus. Begitu terang Allah menerangi kita maka kita melihat kekotoran diri sendiri. Karena itu kerendahan hati yang sejati akan lebih dalam dan besar dicapai melalui pengalaman Allah dan Allah kadang-kadang merendahkan kita dengan pelbagai macam cara, seperti pemazmur berkata: “Sungguh baik Engkau telah merendahkan aku supaya aku belajar keadilan-Mu atau ketetapan-Mu (Lih. Mzm. 119:71). Oleh karena itu, kalau kadang-kadang kita mengalami tantangan, kalau kita direndahkan itu adalah baik. Kalau kita difitnah yakni hal-hal yang tidak benar dan jahat diarahkan kepada kita atau bila orang memandang remeh kepada kita sebenarnya itu adalah suatu rahmat. Merupakan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam kerendahan hati dan membebaskan kita dari kecongkakan atau dari keangkuhan.

    Dalam penderitaan dan salib-salib kita belajar ‘Siapa kita ini’, belajar mengenal diri sendiri bahwa tanpa rahmat Allah kita tidak dapat berbuat apa-apa. Dalam hal ini kita lihat Nabi Elia, seorang Nabi yang besar ketika berada di Gunung Karmel. Seorang diri menghadapi seluruh bangsa Israel dan menghadapi 400 nabi Baal, ia tegar dan tidak takut siapapun karena Tuhan menyertai dia dan rahmat Tuhan hadir sungguh-sungguh dalam dirinya sehingga ia dengan penuh keyakinan dapat berkata: “Biar kita adakan semacam pertandingan, siapa persembahan yang dijawab oleh api dari surga, Allahnyalah yang benar” (Lih. 1 Raj. 18:20-46). Dengan penuh keyakinan Elia menantang bangsa Israel dan menantang nabi Baal karena rahmat Allah menyertai dia secara istimewa. Setelah itu Tuhan mengajar dia ketika dalam pencobaan di padang pasir seolah-olah Allah meninggalkan dia. Kita lihat Elia yang tertidur dan berputus asa serta berkata “Aku tidak lebih baik dari nenek moyangku, biarlah aku mati saja (Lih. 1 Raj. 21:3). Seolah-olah kita kaget dan bertanya “Mana Elia yang gagah perkasa, yang berkobar-kobar dan mendatangkan api dari langit?” hanya karena ancaman Izebel saja, Elia sudah putus asa. Di sinilah Allah mengajar Elia tentang ‘siapa dia itu tanpa rahmat Allah?’. Dan Elia membiarkan dirinya diajar oleh Allah karena itu ia dapat bertekun sampai akhir.

6. Penutup

    Jika kita membiarkan diri dimurnikan oleh Allah tanpa meronta-ronta maka perlahan-lahan dampak-dampak dari kesombongan itu akan hilang dalam diri kita dan kita tidak akan terganggu lagi oleh kesombongan dan akan beristirahat dalam kerendahan hati. Kita tidak akan dipengaruhi apa kata orang, kita tidak akan dipengaruhi baik oleh sanjungan-sanjungan, kalaupun disanjung-sanjung kita tidak akan lupa daratan dan kita tidak akan putus asa kalau kita dimusuhi, direndahkan dan diremehkan serta dihina. Kita akan mulai bergembira atas kebaikan yang kita lihat dalam diri orang lain. Kita akan mulai bersukacita kalau orang lain berbuat sesuatu yang baik bukannya iri hati.
 
    Pengenalan Allah akan membawa kita untuk mengatasi kesombongan dan sampai pada kerendahan hati, baiklah itu semua direnungkan, diresap-resapkan sebab kalau kita menjadi sombong maka hanya kebinasaan yang menjadi bagian dalam kita seperti yang dikatakan dalam kitab suci “Allah menentang orang yang sombong tetapi meninggikan orang yang rendah hati dan Allah berkenan kepada orang yang rendah hati”. Dari pihak kita, kita melakukan apa yang dapat kita lakukan maka Tuhan akan menolong kita dan mulai mengerti betapa berharganya penderitaan dan salib itu. Bila kita direndahkan, dan difitnah, kita mengerti bahwa kita dimurnikan dan ini lebih baik daripada segala yang lain.
 
 
Rm. Yohanes Indrakusuma
penulis tetap di situs carmelia.net 
 
^_^

Sabtu, 27 November 2010

Hamba Duit & Sorgawi

1. Pekun = Pendeta duKUN



Image


Perdukunan di Indonesia semakin marak dan semakin canggih. Lihat saja majalah-majalah dan acara-acara tivi. Dukun-dukunnya pun semakin canggih, mulai dari yang menggunakan HP sampai yang telah memiliki situs Internet sendiri.

Kalau kita baca iklan-iklannya, mereka menawarkan hal-hal seperti ingin sembuh, enteng jodoh, sukses, lulus ujian, dapat anak, cepat kaya, dapat proyek; bahkan tawaran bagi mereka yang ingin jadi sakti pun ada. Kalau ada keributan dalam rumah tangga pun para wong pinter ini, bisa dan mampu memberikan konseling secara jarak jauh maupun dekat.

Coba renungkan dan jawab dengan jujur, bukankah sebagian besar umat kristiani pergi ke gereja dan berdoa juga dengan harapan dan tujuan yang sama? Yaitu untuk memuaskan keinginan kedagingan dan keduniawian kita.

Hal ini diketahui benar, bukan oleh Mang Ucup saja, melainkan oleh si setan. Karena itulah akhirnya banyak roh kuda maupun roh kudis yang masuk ke dalam pelayanan di gereja, sehingga banyak Hamba Tuhan yang mempunyai pekerjaan rangkap-selain jadi Hamba Allah juga jadi hamba setan.

Di akhir tahun 80 kita mendengar seorang dokter juga berfungsi sebagai dukun, sehingga keluarlah istilah "Terkun". Mang Ucup juga ingin memberi istilah baru, yaitu "Pekun". Bukan pikun karena sudah lansia, melainkan menjadi Pekun karena kema¬sukan roh kudis di mana si Hamba Tuhan juga berfungsi sebagai Dukun (PEndeta duKUN).

Mengapa demikian? Karena pendeta/ romo zaman sekarang punya hobi meramal! kwamiah, yang dalam bahasa Alkitab disebut "bernubuat". Dengan kemampuan ini otomatis si pendeta/romo bisa menaikkan pamornya sebagai seorang Nabi, sebab inilah gelar tertinggi yang didambakan oleh kebanyakan Hamba Tuhan, di samping itu akan diakui kesaktiannya. Bagi pendeta/ romo yang belum memiliki karunia bernubuat, berarti Anda masih tergolong kelas bawah alias kelas kolong-belum elit.

Coba renungkan, bagaimana bahagianya seorang Pertu (perawan tua) bila pada suatu saat sang pendeta/romo datang kepadanya dan bersabda: "Aku mendengar Roh Kudus/Tuhan berkata" bahwa doa kamu telah dikabulkan sehingga dalam waktu dekat ini kamu akan ketemu sang pangeran yang tidak kalah guaantengnya dengan Tao Mingshe dari F4.

Apakah hati sang gadis tidak akan berapi-api setelah mendengar sabda sang penjual serabi eh nabi itu? Apalagi kalimat tersebut diawali dengan kata-kata "Aku mendengar Tuhan berkata" atau diakhiri dengan "Demikianlah firman Tuhan".

Apakah Anda sebagai anggota jemaat berani meragukan nubuat seorang Hamba Tuhan? Apakah Anda berani meragukan sabda Allah atau firman-Nya? Apalagi isi nubuat ini benar-benar sangat menyenangkan hati si pendengar, seperti kejatuhan durian di siang hari bolong!

Setelah mendengar berita gembira ini, pasti si gadis akan sesumbar ke mana-mana untuk memuji kesaktian si pendeta/ romo, dan niatan untuk memberikan perpuluhan (10%) bulan ini diubah menjadi 1.000% maka everi bodi heppi-lah, si pendeta/ romo dapat Pupu (Pujian & Pulus), si gadis dapat dream!

Hanya sayangnya, setelah ditunggu sekian tahun boro-boro sang pangeran yang mirip Tao Mingshe, pria yang bopeng mirip Tao-Co saja tidak pemah muncul! Sehingga akhimya gadis itu merasa dikecewakan, Ia merasa dibohongi dan ditipu oleh Allah; sementara sang pendeta/ romo itu sendiri sudah lupa dengan apa yang ia ucapkan.

Bagaimana kalau Mang Ucup juga meniru gaya mereka: "Aku mendengar Tuhan berkata bahwa salah satu pembaca artikel ini, sedang mempunyai pergumulan yang berat, di mana salah satu anggota keluarga yang dikasihinya sedang menderita sakit berat; doa Anda sudah dikabulkan, sehingga dalam waktu dekat ini akan sembuh!-Puji Tuhan Haleluya!"

Ini namanya win-win solution, karena pada saat ini Mang Ucup bergabung di lebih dari 15 milis, sehingga tulisan Mang Ucup dibaca oleh ribuan orang tiap hari. Apakah tidak mungkin dari sekian ribu orang ini ada yang anggota keluarganya kebenaran sedang sakit. Kalau ternyata nubuat Mang Ucup ini menjadi kenyataan, apakah Mang Ucup tidak akan dinilai sakti, sehingga mulai esok sudah bisa menyandang gelar Nabi Ucup.

Namun sebaliknya, bila ini tidak benar, mana ada yang tahu ... sebab yang membaca artikel Mang Ucup ada di seluruh jagat raya. Apa pun hasilnya, pasti Mang Ucup selalu dinilai sakti dan masuk di kelas para selebritis nabi-nabi karena telah memiliki karunia "bernubuat", bukan sekadar karunia LU-buat.



2. Pendeta vs Psikolog


Image


Menurut dr. Rusli Maslim dari Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial ternyata lebih dari 25% penduduk Indonesia mengidap penyakit jiwa. Namun di lain pihak, hanya tersedia 420 ahli kejiwaan untuk 210 juta penduduknya (Smg 10/07/ 2001).

Oleh sebab itu para Hamba Tuhan bukan sekadar dituntut harus pinter khotbah, tetapi juga harus bisa menjadi konselor untuk berbagai macam masalah, mulai dari masalah rumah tangga, seks, keuangan, hukum, sampai narkoba; maka itu Hamba Tuhan bukan hanya berfungsi sebagai ahli teologi, melainkan juga harus bisa berfungsi sebagai ahli seksologi sampai psikologi.

Mang Ucup saat ini juga lagi mengalami krisis kejiwaan, stres berat, sebab kenyataannya selainnya memiliki si Wid (Wanita Idaman Di rumah) masih ada tabungan/simpanan si Wil (Wanita Idaman Luar-rumah). Hal ini mengakibatkan Mang Ucup menjadi pusing tujuh keliling. Yang menjadi pertanyaan:

Untuk mengatasi masalah gangguan jiwa ini-apakah sebaiknya Mang Ucup minta bantuan seorang psikolog ataukah Hamba Tuhan?"

Kelebihan dari Hamba Tuhan, kita bisa dapat bantuan gratisan; tetapi di lain pihak, apakah Hamba Tuhan bisa dan mampu membantu orang yang lagi mengalami gangguan jiwa.

Untuk jiwa yang SESAT, pasti bisa dibantu. Tetapi bagaimana yang dengan jiwa yang SAKIT? Lagipula apabila pak Pendeta mengetahui belang atau aslinya Mang Ucup, apakah masih mungkin Mang Ucup bisa dipilih menjadi panatua gereja? Belum lagi Mang Ucup khawatir nantinya bisa menjadi topik utama dalam bursa gosip pergunjingan di gereja sehingga akhirnya si Wid bisa tahu bahwa Mang Ucup masih memiliki tabungan/ simpanan tidak resmi.

Memang benar Hamba Tuhan maupun psikolog bisa memberikan konseling yang sama, akan tetapi saya yakin pasti akan berbeda dari sudut pandangnya. Sudut pandang Hamba Tuhan kagak bisa ditawar dan kagak ada ampun, pasti langsung divonis dan dicap sebagai jiwa yang berdosa. Jadi kambing hitamnya jelas ada di pihak Mang Ucup, karena itu jalan penyelasaian dan jalan satu-satunya adalah bertobat dan berdoa!

Sedangkan dari sudut pandang seorang psikolog, mungkin mereka akan menganalisa dan menilai bahwa Mang Ucup itu ketika masa kanak-kanaknya kurang mendapatkan kasih sayang dari pihak Ibu, karena itu wajar ketika dewasa ingin mencari kasih sayang ekstra. Di samping itu, bukankah prinsip ajaran utama dari umat kristiani adalah kasih? Oleh karena itu, apa salahnya kalau Mang Ucup ingin mengasihi lebih dari satu orang istri?

Maka dari itulah kalau mencari istri sebaiknya yang bernama Sara, sebab telah terbukti istri Abraham itu penuh dengan pengertian.

Pendeta adalah seorang teolog, inti dan misi utamanya bukanlah mengurus dan melayani jiwa yang sakit, melainkan melayani Allah; beda dengan sang Psikolog di mana jelas inti dan misi utamanya ialah jiwa (psikhe). Walaupun demikian, bila kita mengalami stres berat atau masalah gangguan jiwa, kepada siapa sebaiknya kita meminta bantuan, apakah kepada Pendeta ataukah kepada psikolog?
 
3. Budaya Sungkem dan Bungkem



Image


Harus diakui bahwa para pejabat tinggi di Indonesia sering mendapatkan penghormatan seperti layaknya para Raden dan Sultan di zaman baheula. Lihat saja kalau pejabat tinggi berkujung ke daerah, seakan-akan kita harus sungkem di hadapannya. Maka dari itu sudah sewajarnyalah kalau kita tidak mempunyai hak untuk buka mulut alias kudu bungkem atau nrimo saja semua yang diucapkan maupun diperintahkan oleh junjungan kita.

Budaya bungkem atau budaya bisu sudah merupakan kewajiban mutlak ketika zaman Orba. Selama 30 tahun lebih kita harus bungkem, kalau kagak mau dicap sebagai PKI atau pemberontak. Kalau berani demo atau buka mulut, bisa-bisa Anda akan di" dor" atau di-pulau-Buru-kan. Dan baru pada zaman reformasi inilah kita mulai berani buka mulut dan melakukan demo-tetapi reformasi ini pada kenyataannya kagak bisa masuk ke dalam gereja.

Kalau Anda sebagai jemaat berani buka mulut dan terlalu vokal di gereja, maka Anda akan dicap pemberontak atau anggota PKl, alias "Persekutuan Keluarga Iblis". Anda diperkenankan mengeluarkan suara keras hanya untuk bernyanyi. Selain itu, sebaiknya bungkem alias tutup mulut. Kalau Anda berani melawan peraturan yang tidak diucapkan ini, Anda bisa di kucilkan atau dikecam keras dari atas mimbar, bahkan bisa diusir dari gereja.

Banyak para Pendeta yang merasa dirinya seperti Mega Star. Tanpa owe, hmm... gereja ini akan kosong. Kalau owe khotbah, dijamin ribuan orang akan datang. Di samping itu, ini gereja kan punyanya owe juga, minimal sudah diatasnamakan yayasan yang notabene diketuai oleh istri owe juga.

Apalagi para pembimbing agama ini sudah mempunyai ayat-ayat penyumpal mulut. Apakah Anda masih meragukan firman Allah dan kebenaran yang tercantum di dalam Alkitab? "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka" (Ibrani 13:17) atau "tiap orang harus takluk kepada atasannya" (Roma 13:1-2) atau "tunduklah kepada orang-orang yang tua" (1 Petrus 5:5). Dengan ketiga ayat ini saja sudah cukup dijadikan instrumen untuk memberangus mulut umatnya.

Alasan yang paling penting dan paling utama kenapa Anda harus bungkem dan nurut kepada pendeta adalah karena ia seorang Pendeta. Apakah Anda masih meragukan otoritasnya? Kalau Anda berani mengkritik seorang pendeta, maka dosanya sama beratnya seperti kalau Anda mengkritik Allah, sebab pendeta itu adalah orang yang telah diurapi Allah.

Ajaran, kritikan, dan kecaman hanya boleh one way direction. Jadi jurusannya hanya boleh dari atas mimbar ke bawah, bukan kebalikannya. Lebih baik bersikap manis dan selalu mengembik "amin" sesuai dengan ajarannya pak Gem.

Banyak anggota jemaat dari berbagai aliran gereja bukannya di bebaskan dari segala macam beban, malah sebaliknya diperberat dan ditambah dengan bermacam-macam doktrin yang bukan hanya memberatkan, tetapi juga sudah merupakan doktrin sesat. Walaupun demikian, jangan sekali-sekali Anda berani mencoba mempertanyakan kebenarannya doktrin itu, sebab dengan demikian Anda sudah bisa dicap sebagai pemberontak. Janganlah jadi pengacau, pertahankanlah suasana damai dan tunduklah kepada para pembimbing gereja. Ini adalah perintah Allah langsung. Kalau belum yakin juga, bacalah: Matius 5:9, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah"; Filipi 2:2, "Untuk itu hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan"; Efesus 4:3, "Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera".

Apakah Anda masih belum yakin akan pengetahuan yang dimiliki oleh pak Pendeta? Apakah Anda masih belum yakin akan deretan titel dan gelarnya? Oleh karena itu, sebelum Anda buka mulut, sebaiknya Anda ngaca dahulu dan tanyalah siapakah diri Anda ini?

Para jemaat itu bisa disamakan dengan pesakitan atau kaum terdakwa, yang berdosa, yang tiap minggu harus disadarkan dan di-brain washing, agar selalu ingat bahwa dosa kita itu bejibun, sedangkan pak Pendeta itu hakimnya. Karena itu banyak pendeta yang pake toga, seperti hakim di pengadilan, dengan mana otoritasnya jadi lebih kelihatan dan lebih berwibawa. Ingat tidak ada undang-undang maupun peraturan di kolong langit ini bahwa pesakitan mau mengadili pak Hakimnya sendiri.

Sebagai tes cobalah Anda mulai melakukan demo kecil-kecilan, dengan mempertanyakan uang persembahan atau uang kolekte-berapa jumlah uang yang diterima secara keseluruhan, digunakan untuk apa saja, berapa besar bagiannya pak Pendeta. Uang kolekte mingguan sih mudah dihitung dengan jelas, tetapi bagaimana dengan uang perpuluhan yang jumlahnya jauh lebih besar dan terkadang tidak jelas ke mana mengalirnya.

Sesungguhnya dari wong cilik sampai wong gede, semuanya hanya mengejar duit melulu, baik yang dinamakan nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu!

Mungkin Anda akan menilai bahwa kata-kata Mang Ucup di atas udah kebangetan dan terlalu keras. Perlu diketahui bahwa ini bukan ucapan Mang Ucup lho, saya hanya sekadar penyambung lidah saja dari Sang Pencipta. Kagak percaya? Baca Yeremia 6: 13: "Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu."
 
4. Hamba Surgawi



Image


Pertama-tama, saya hendak memohon maaf karena ternyata oret-oretan saya telah membuat banyak orang tersinggung, karena itu rasanya tidaklah fair kalau kita mengkategorikan bahwa semua pendeta itu mata duitan dan mengabdi hanya demi kepentingan pribadinya semata-mata. Apa yang saya tulis mungkin hanya beberapa orang di antara mereka; seperti dalam suatu keluarga besar, tidak semua anak bisa menjadi baik, salah satu dari mereka bisa saja menjadi kambing hitam keluarga. Kambing hitam bukan hanya ada di kalangan umat kristiani saja, tetapi di semua agama pun ada. Tetapi apakah kita harus meneruskan budaya bisu atau budaya "sungkem dan bungkem" seperti pada era Soeharto?

Saya mengenal banyak pendeta/romo yang benar-benar tidak mengenal waktu, khusus untuk melayani umatnya, sehingga kesehatan dirinya saja tidak digubris. Ia rela mengorbankan apa yang ia miliki demi melayani Tuhan, sehingga untuk makan tiga kali sehari saja tidak ada uang, walaupun demikian ia tidak pemah mengeluh. Ia sering berpuasa, bukannya secara sukarela, tetapi karena keadaan yang memaksanya.

Banyak pendeta yang berasal dari para profesional top, yang dahulunya pengacara, akuntan, dokter, dan sebagainya, yang tadinya bisa menerima honor per jam US$ 200 bahkan mungkin lebih daripada itu, tetapi mereka berbalik haluan dan meninggalkan profesinya khusus untuk mengadikan dirinya untuk Tuhan. Mereka bersedia menjalankan kehidupan seperti tukang kayu.

Berapa banyak pendeta maupun romo yang telah mencapai gelar akademis yang tertinggi, tetapi malah memilih hidup di pedalaman, di desa, maupun di hutan belantara. Saya juga mengenal seorang pendeta yang selalu bertanya, "Adakah yang bisa saya bantu?" Dan, ini bukan sekadar lip service. Ia benar-benar rela dan mau memberikan dan membagikan apa saja yang ia miliki, sedangkan penghasilannya sangat minim, sehingga tidak tahu apa yang harus dimakan esok hari. Walaupun demikian, ia tidak penah mengemis apalagi menagih kepada jemaatnnya untuk memberikan perpuluhan maupun persembahan.

Mereka tidak hanya sesumbar dan berkoar-koar mengajar kasih, tetapi mereka mempraktikkan kasih itu. Kehidupan mereka adalah cermin dari ajarannya sendiri. Mereka tidak mampu membuat mukjizat-mukjizat yang spektakuler, tetapi mempunyai kelembutan hati maupun kasih yang sedemikian besar sehingga bisa memberikan keteduhan bagi mereka yang membutuhkannya. Mereka memilih gedung gereja tua yang lapuk, bahkan di gubuk-gubuk untuk berkhotbah daripada di gereja yangfull AC dan berlantai marmer. Mereka tidak perlu berkhotbah di hotel berbintang-di bawah bintang pun jadi, secara open air! Mereka tidak ingin menginjili umat yang berada di USA, Eropa, Australia, maupun Singapore, karena mereka tahu bahwa masih banyak orang yang benar-benar haus dan membutuhkan mereka terutama di pedalaman, di kampung kumuh di tanah air sendiri.

Saya kenal banyak pendeta / romo yang melayani dan mengabdikan dirinya khusus untuk melayani anak-anak jalanan, para napi di penjara, melayani anak-anak cacat mental maupun di rumah sakit jiwa, bahkan mengorbankan hidup dan kesehatannya sendiri khusus untuk melayani para penderita penyakit kusta/lepra. Nama mereka tidak akan pemah dicantumkan di koran maupun di TV, tetapi saya yakin nama mereka telah dicantumkan di buku kehidupan di surga. Orang seperti mereka bukan hanya satu-dua saja, bahkan ribuan. Di mata dunia mereka semua itu Mr. Nobody, tetapi di mata Tuhan mereka adalah para VIP dari warga surga.

Kita pun mengetahui bahwa banyak romo/pendeta yang bukan hanya mengorbankan harta maupun kesehatannya, tetapi juga mengorbankan jiwa dan ra ganya; mereka bersedia dihukum dengan hukuman penjara, siksaan badan, bahkan dibunuh demi kepercayaannya dalam menjalankan tugas sebagai Hamba Allah! Seperti pendeta yang dibakar bersama gerejanya atau romo yang mati dibunuh di Pasa maupun Ambon.

Saya salut kepada mereka yang benar-benar mengabdikan dirinya dan berkorban untuk Tuhan. Untuk mereka saya mendoakan agar Tuhan memberikan berkat yang berlimpah dan kekuatan dalam menjalan misi dan pengabdiannya

**** Wacana akhir***
saya menulis ini bukanlah untuk memojokkan gereja atau Hamba Tuhan tertentu-mana pun juga.

Para Hamba Tuhan sekarang sering menamakan dirinya dengan sebutan Gembala Sidang, dan panggilan Gembala itu sebenarnya sangatlah mulia, sehingga Allah dalam Perjanjian Lama berulang-ulang melukiskan diri-Nya sebagai Gembala Israel: "Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tanganNya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk- induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati" (Yesaya 40:11).

Gembala dalam arti harfiah mengemban panggilan tugas yang banyak tuntutannya. Ia harus mencari rumput di daerah yang kering dan berbatu-batu, harus melindungi kawanan domba gembalaannya terhadap cuaca buruk dan binatang buas, dan harus bisa mencari dan membawa kembali domba yang sesat. Seperti yang ditulis dengan sangat indahnya dalam Mazmur 23.

Gembala yang ideal haruslah kuat, rela berkorban, dan tidak mementingkan diri sendiri. Seperti yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri, "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-damba-Ku dan domba-damba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku" (Yohanes 10:11-15).

Kitab Suci menekankan betapa pentingnya tanggung jawab setiap pemimpim atas pengikutnya. Walaupun demikian, tidak perlu kita menghakimi mereka, sebab sejak zaman Perjanjian Lama sudah banyak gembala serupa yang tidak setia, di mana mereka lebih mementingkan diri sendiri, dan bukan domba-dombanya; domba mereka dibunuh dan diserahkan demi keuntungan mereka sendiri, mereka mengkhianati tugas mereka yang sesungguhnya. Walaupun demikian, saatnya akan tiba di mana Allah akan mengumpulkan kembali domba-domba itu dan menghakimi gembalanya. Yeremia 25:34 menyatakan, "Mengeluh dan berteriaklah, hai para gembala! Berguling-gulinglah dalam debu, hai pemimpin-pemimpin kawanan kambing domba! Sebab sudah genap waktunya kamu akan disembelih, dan kamu akan rebah seperti domba jantan pilihan."

Kita pergi ke gereja untuk mencari Allah yang benar, bukannya untuk mencari Hamba Allah yang benar; karena Hamba Allah yang benar-benar sempurna tanpa cela dan dosa tidak akan ditemui di gereja mana pun juga di dunia ini, terkecuali Yesus. Namun demikian, sebagai akhir dari tulisan ini, saya kutipkan Ibrani 10:25, "Janganlah kita lalai menghadiri kebaktian di gereja seperti yang dilakukan beberapa orang, tetapi marilah kita saling memberi dorongan dan saling mengingatkan, teris-timewa sekarang ini, sebab hari kedatangan-Nya yang kedua kali sudah dekat."

Ayat tentang Kekuatan : Alkitab


This article provides you with some inspirational Bible verses about strength that will surely help you gain back your lost confidence and face challenges in life with a new zest. Artikel ini menyediakan beberapa ayat Alkitab inspirasi tentang kekuatan yang pasti akan membantu Anda mendapatkan kembali kepercayaan diri Anda hilang dan menghadapi tantangan dalam kehidupan dengan semangat baru.
Inspirational Alkitab Ayat tentang Kekuatan

Life is unpredictable and full of uncertainties, the moment where we feel things are just the way we want, the next moment everything changes. Hidup ini tak terduga dan penuh ketidakpastian, saat dimana kita merasa hal seperti yang kita inginkan, perubahan saat segalanya berikutnya. Hence, we can never unfold mysteries of life which are full of ups and downs. Oleh karena itu, kita tidak pernah bisa terungkap misteri kehidupan yang penuh pasang surut. Though success, love or praise can make you happy and content, failure, heartbreaks, grief of losing someone close to you can leave you sad, weak and depressed. Meskipun sukses, cinta atau pujian bisa membuat Anda bahagia dan puas, kegagalan, patah hati, kesedihan kehilangan seseorang yang dekat dengan Anda dapat meninggalkan Anda sedih, lemah dan tertekan. Hence, in such situations inspirational Bible verses about strength can help us to get over these rough patches of life. Oleh karena itu, dalam situasi seperti inspirasi ayat-ayat Alkitab tentang kekuatan dapat membantu kita untuk mendapatkan lebih dari patch ini kasar kehidupan.

The Holy Bible has always been a source of inspirational for million of people worldwide and Bible verses about strength and hope can rejuvenate our lost confidence and faith. The Holy Bible selalu menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia dan ayat-ayat Alkitab tentang kekuatan dan berharap dapat meremajakan kehilangan kepercayaan kami dan iman. These encouraging Bible verses about strength in hard times will encourage you to fight challenges or obstacles that come in your way to success and will also inspire you to make correct choices in life. Ini mendorong ayat-ayat Alkitab tentang kekuatan di masa-masa sulit akan mendorong Anda untuk melawan tantangan atau rintangan yang datang di jalan menuju kesuksesan dan juga akan menginspirasi Anda untuk membuat pilihan yang benar dalam hidup. Hence, here is an unique compilation of some the best inspirational bible verses about strength that will help you to sail smoothly through those tough situations. Oleh karena itu, di sini adalah kompilasi yang unik dari beberapa yang terbaik inspirasi ayat-ayat Alkitab tentang kekuatan yang akan membantu Anda untuk berlayar dengan lancar melalui situasi-situasi sulit.

Inspirational Bible Verses about Strength Inspirational Alkitab Ayat tentang Kekuatan

"And Jesus said unto them ... , "If ye have faith as a grain of mustard seed, ye shall say unto this mountain, Remove hence to younder place; and it shall remove; and nothing shall be impossible to you." - Romans 1:17 "Dan Yesus berkata kepada mereka ...," Jika kamu memiliki iman sebagai sebutir biji sawi, kamu akan berkata kepada gunung ini, Hapus maka untuk younder tempat, dan itu akan menghapus, dan tidak akan menjadi mustahil untuk Anda -. " Roma 1:17

"The LORD God is my strength, and he will make my feet like hinds' feet, "Tuhan Allah adalah kekuatan saya, dan ia akan membuat kaki saya seperti 'kaki rusa,
and he will make me to walk upon mine high places." - Habakkuk 3:19 dan ia akan membuat saya untuk berjalan di atas tinggi tempat tambang -. "Habakuk 3:19

"Be strong and courageous. Do not be afraid or terrified because of them, for the LORD your God goes with you; he will never leave you nor forsake you." - Deuteronomy 31:6 "Kuat dan berani. Be Jangan takut atau takut karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, berjalan dengan Anda, ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak meninggalkan engkau." - Ulangan 31:6

"I can do all things through Christ which strengtheneth me." - Philippians 4:13 "Saya bisa melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang strengtheneth me." - Filipi 4:13

"The LORD gave this command to Joshua son of Nun: "Be strong and courageous, for you will bring the Israelites into the land I promised them on oath, and I myself will be with you." - Deuteronomy 31:23 "TUHAN memberi perintah ini kepada Yosua bin Nun:" Jadilah kuat dan berani, karena kamu akan membawa Israel ke tanah Aku berjanji kepada mereka pada sumpah, dan saya sendiri akan menyertai Anda 31:23. "- Ulangan

"Have I not commanded you? Be strong and courageous. Do not be terrified; do not be discouraged, for the LORD your God will be with you wherever you go." - Joshua 1:9 "Apakah aku tidak menyuruh kamu pergi? Jadilah kuat dan berani Anda. Jangan takut, jangan berkecil hati, sebab TUHAN, Allahmu, akan menyertai engkau, ke manapun." - Joshua 01:09

"Yet those who wait for the LORD will gain new strength; they will mount up with wings like eagles, they will run and not get tired, they will walk and not become weary." - Isaiah 40:31 "Namun mereka yang menunggu TUHAN akan mendapatkan kekuatan baru, mereka akan meningkat dengan sayap seperti elang, mereka akan berjalan dan tidak menjadi lelah, mereka akan berjalan dan tidak menjadi lelah." - Yesaya 40:31

"But even if you should suffer for what is right, you are blessed. "Do not fear what they fear ; do not be frightened." - Peter 3:14 "Tetapi sekalipun kamu harus menderita karena apa yang benar, kamu akan berbahagia." Jangan takut apa yang mereka takut, jangan takut 3:14. "- Peter

"... say to those with fearful hearts, "Be strong, do not fear; your God will come, he will come with vengeance; with divine retribution he will come to save you." - Isaiah 35:4 "... Berkata kepada orang dengan hati yang takut," Jadilah kuat, jangan takut, Allahmu akan datang, dia akan datang dengan pembalasan; dengan retribusi ilahi ia akan datang untuk menyelamatkan Anda 35:4. "- Yesaya

"So do not fear, for I am with you; do not be dismayed, for I am your God. I will strengthen you and help you; I will uphold you with my righteous right hand." - Isaiah 41:10 "Jadi, jangan takut, sebab Aku menyertai engkau jangan kecewa, sebab Aku ini Allahmu tangan. Aku akan menguatkan Anda dan membantu Anda, saya akan memegang anda kanan saya dengan benar." - Yesaya 41:10

"The LORD is my shepherd; I shall not want. He maketh me to lie down in green pastures: he leadeth me beside the still waters. He restoreth my soul: he leadeth me in the paths of righteousness for his name's sake. Yea, though I walk through the valley of the shadow of death, I will fear no evil: for thou art with me; thy rod and thy staff they comfort me. Thou preparest a table before me in the presence of mine enemies: thou anointest my head with oil; my cup runneth over. Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life: and I will dwell in the house of the LORD for ever." - Psalm 23 "TUHAN adalah gembalaku, aku tidak akan mau.. Dia menerbitkan saya untuk berbaring hijau di padang rumput: dia menuntun aku di samping masih Yea air. Restoreth Dia saya jiwa: dia menuntun aku di jalan-Nya nama kebenaran,'s sake Sekalipun aku berjalan melalui lembah bayangan kematian, saya akan takut jahat: karena sesungguhnya kamu dengan saya, tongkat-Mu dan staf Mu itulah yang menghibur aku kepala. Engkau suatu preparest meja sebelum aku di hadapan tambang musuh kamu: saya anointest minyak; saya selama runneth cangkir. dengan Tentunya kebaikan dan kemurahan akan mengikuti aku seumur hidupku: dan Aku akan diam di rumah TUHAN untuk selama-lamanya 23. "- Mazmur

"LORD, you have assigned me my portion and my cup; you have made my lot secure. The boundary lines have fallen for me in pleasant places; surely I have a delightful inheritance. I will praise the LORD, who counsels me; even at night my heart instructs me. I have set the LORD always before me. Because he is at my right hand, I will not be shaken." - Psalm 16:5-8 "TUHAN, aku telah ditetapkan porsi saya dan cangkir, Anda telah membuat banyak saya aman;. Batas Garis telah jatuh untuk saya menyenangkan di tempat pasti saya punya warisan menyenangkan;. Aku akan memuji TUHAN, yang menasehati saya bahkan di malam hati saya memerintahkan saya ". Aku telah menetapkan TUHAN selalu sebelumnya. saya. Karena dia saya di adalah tangan kanan saya, akan tidak - akan goyah Mazmur 16:5-8

"It is God who arms me with strength and makes my way perfect. He makes my feet like the feet of a deer; he enables me to stand on the heights. He trains my hands for battle; my arms can bend a bow of bronze. You give me your shield of victory, and your right hand sustains me; you stoop down to make me great. You broaden the path beneath me, so that my ankles do not turn." - Psalm 18:32-36 "Ini adalah Tuhan yang lengan saya dengan kekuatan dan cara saya membuat sempurna;. Dia saya membuat kaki seperti kaki rusa ia memungkinkan saya untuk berdiri di ketinggian;. Dia saya melatih tangan untuk pertempuran lengan saya dapat membengkokkan busur dari perunggu -. Anda memberi Anda saya perisai kemenangan, kanan dan tangan menopang aku; Anda membungkuk untuk membuat saya Mazmur besar. memperluas Anda jalan di bawah saya, bahwa begitu saya tidak 18:32-36 pergelangan kaki tidak berubah. "

"The LORD is my strength and my shield; my heart trusts in him, and I am helped. My heart leaps for joy and I will give thanks to him in song. The LORD is the strength of his people, a fortress of salvation for his anointed one. Save your people and bless your inheritance; be their shepherd and carry them forever." - Psalm 28:7-9 "TUHAN itu kekuatanku dan perisai saya, di percaya dia, dan saya membantu. Saya saya untuk lompatan hati sukacita dan saya akan memberikan berkat kepadanya dalam lagu. Hati TUHAN adalah kekuatan umat-Nya, sebuah benteng keselamatan untuk . yang diurapi-Nya Simpan orang-orang Anda dan memberkati warisan Anda; menjadi gembalanya, dan membawa mereka selamanya 28:7-9. "- Mazmur

These top bible verses about strength will surely uplift your lost spirit and help you to reach the new heights of joy and contentment. Ini atas ayat-ayat Alkitab tentang kekuatan pasti akan mengangkat hilang semangat Anda dan membantu Anda untuk mencapai ketinggian baru sukacita dan kepuasan. I hope after reading these great inspirational Bible verses about strength your soul will be enlightened with the holy flame of faith, hope and wisdom. Saya berharap setelah membaca Alkitab ini inspirasional besar ayat-ayat tentang kekuatan jiwa Anda akan tercerahkan dengan api suci iman, harapan dan kebijaksanaan.
 
^_^

Why the difference between hate and love taht thin?

****Perasaan cinta selalu berusaha untuk ingin memiliki, walau ada pepatah “mencintai belum tentu harus memiliki”, tapi nyatanya setiap orang yang mencintai dia memiliki rasa ingin memiliki secara bersamaan, nah rasa ingin memiliki inilah yang selalu menimbulkan rasa : cemburu, rasa sebel, rasa gemes, rasa rindu alias kangen, rasa ingin selalu diperhatikan, rasa ingin selalu dekat. Ketika semua rasa itu terlewat atau tidak diperoleh maka timbullah benci, kecewa dll. Harapan untuk memperoleh semua perasaan itu hanya terpaut sepersekian detik dengan munculnya rasa benci. itulah yang kemudian memunculkan istilah : benci tapi rindu, masih cinta tapi benci, dan sebagainya….. tapi andai semua itu terjadi karena kasih sayang…. semuanya menjadi indah karena terjadi keseimbangan….. antara kapan harus mencintai dan kapan harus membenci…. dan kapan harus meleburya menjadi suatu keindahan hidup. Selamat mencintai…. selamat membenci…..
****